Kamis, 27 September 2018

Inilah 66 janji Jokowi Dipilpres 2014, Adakah yang sudah ditepati...


Eramuslim.com – Empat tahun lalu, saat Jokowi yang baru saja menjabat sebagai Gubernur DKI ikut kampanye pilpres mengumbar janji ke sana-sini untuk mendapatkan simpati rakyat. Inilah 66 janji Jokowi.
Adakah yang sudah ditepati setelah empat tahun duduk di kursi presiden? :
1. Janji Jokowi-JK Besarkan Pertamina Kalahkan Petronas dalam 5 Tahun
2. Jokowi Janjikan Bangun 50.000 Puskesmas
3. Swasembada Pangan (Kemandirian Pangan alias tidak impor pangan)
4. Membuat Bank Tani untuk Mengurangi Impor Pangan
5. Jokowi Janji akan Tetap Blusukan bila Jadi Presiden
6. Jokowi Janji Benahi Kawasan Masjid Agung Banten
7. Jokowi Janji Cetak 10.000.000 Lapangan Kerja Jika Jadi Presiden
8. Jokowi Janji Buka 3.000.000 Lahan Pertanian Baru
9. Jokowi Janji Batasi Bank Asing
10. Berjanji Membangun Tol Laut dari Aceh hingga Papua
11. Jokowi Janji Beri Berapapun Anggaran Pendidikan
12. Berjanji untuk Mengurangi Impor Pestisida dan Bibit Pertanian
13. Jokowi Janji Hapus Ujian Nasional
14. Membangun E-government, E-budgeting, E-procurement, E-catalog, E-audit Kurang dari 2 Minggu
15. Terbitkan Perpres Pemberantasan Korupsi
16. Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
17. Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur seperti, Pelabuhan, Bandara, di wilayah Indonesia Bagian Timur
18. Dana Rp 1,4 Miliar per Desa Setiap Tahun
19. Kepemilikan Tanah Pertanian untuk 4,5 juta Kepala Keluarga dan Perbaikan Irigasi di 3 juta Hektar Sawah
20. Membangun 100 Sentra Perikanan yang dilengkapi Lemari Berpendingin
21. Membentuk Bank Khusus Nelayan
22. Menggunakan Pesawat Tanpa Awak untuk meng-Cover wilayah lndonesia
23. Meningkatkan Pemberian Beasiswa
24. Mengalihkan Penggunaan BBM ke Gas dalam waktu 3 Tahun
25. Jokowi Janji ‘Sulap’ KJS-KJP Jadi Indonesia Sehat dan Indonesia Pintar
26. Tidak bagi-bagi Kursi Menteri ke Partai Pendukungnya
27. Jokowi Janji Tak Berada di bawah Bayang Megawati
28. Membenahi Jakarta (macet, banjir, dll)
29. Mendukung kemerdekaan dan mendirikan KBRI di Palestina
30. Tanggal 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional
31. Mudah ditemui oleh warga Papua
32. Menurunkan harga sembako, meningkatkan kualitas dan kuantitas program raskin
33. Memperhatikan permasalahan outsourcing
34. Menghapus subsidi BBM
35. Meningkatkan profesionalisme, menaikkan gaji dan kesejahteraan PNS, TNI dan Polri
36. Meningkatkan anggaran penanggulangan kemiskinan termasuk memberi subsidi Rp1 juta per bulan untuk keluarga pra sejahtera sepanjang pertumbuhan ekonomi di atas 7%
37. Perbaikan 5.000 pasar tradisional dan membangun pusat pelelangan, penyimpanan dan pengolahan ikan
38. Membantu meningkatkan mutu pendidikan pesantren guna meningkatkan kualitas pendidikan nasional dan Meningkatkan kesejahteraan guru-guru pesantren sebagai bagian komponen pendidik bangsa
39. Akan berbicara terkait kasus BLBI
40. Memperkuat KPK (meningkatkan anggarannya 10x lipat, menambah jumlah penyidik, regulasi)
41. Menghentikan impor daging
42. Menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan di sektor pertanian, perikanan, dan manufaktur
43. Pembangunan infrastruktur seperti jalan, listrik, irigasi, dan pelabuhan
44. Meningkatkan 3 kali lipat anggaran pertahanan
45. Meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembenahan tenaga pengajar yang punya kemampuan merata diseluruh Nusantara
46. Jokowi Pilih Mendikbud dari PGRI Jika Jadi Presiden
47. Memberikan gaji besar bagi para ahli asal Indonesia
48. Menaikkan gaji guru
49. Sekolah gratis
50. Menangani kabut asap di Riau
51. Membeli kembali Indosat
52. Membangun industri maritim
53. Menyederhanakan regulasi perikanan
54. Mempermudah nelayan mendapatkan Solar sebagai bahan bakar kapal dengan mendirikan SPBU khusus
55. Membuktikan janji-janji dalam visi-misi
56. Menyejahterakan kehidupan petani
57. Mengelola persediaan pupuk dan menjaga harga tetap murah
58. Membangun banyak bendungan dan irigasi
59. Menyusun kabinet yang ramping dan diisi oleh profesional
60. Menyelesaikan pelanggaran-pelanggaran HAM di masa lalu
61. Menjadikan perangkat desa jadi PNS secara bertahap
62. Meningkatkan Industri Kreatif sebagai salah satu Kunci Kesejahteraan Masyarakat
63. Cuma satu dua jam saja di kantor, selebihnya bertemu rakyat
64. Jika Menang, Jokowi Janjikan Internet Cepat
http://www.kabar24..com/nasional/read/20140627/98/222330/pilpres-2014-jika-menang-jokowi-janjikan-internet-cepat
65. Menyelesaikan masalah korban lumpur Lapindo
66. Mengusut kasus penculikan aktivis pada 1998
Nah, dengan banyaknya janji tersebut, maka pantaslah jika seharusnya Jokowi mendaparkan rekor MURI sebagai “Capres dengan Janji Terbanyak di-Indonesia”. Ini belum termasuk janji Jokowi ketika kampanye pilgub DKI yang juga tidak dilunasinya:
19 Janji Jokowi sewaktu Pilgub DKI:
Rakyat Indonesia sudah pintar. Jejak rekam digital sudah menyebar di mana-mana. Akankah Indonesia akan salah memilih pemimpin lagi di dalam Pilpres 2019? Semoga saja tidak.
sumber berita : https://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/jangan-lupa-inilah-66-janji-jokowi-4-tahun-lalu.htm/3#.W6y-F9czZ0w 

Deklarasi Barisan Emak-emak Militan, Dr. Eggi Sudjana, S.H M.Si : Menangkan Prabowo Itu Ibadah


Barisan Emak-emak Militan mendeklarasikan dukungan ke Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Orator deklarasi, Dr. Eggi Sudjana, S.H M.Si mengatakan, memenangkan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 merupakan bagian dari ibadah.

"Memenangkan Prabowo-Sandi itu bagian dari ibadah," ujar Eggi dalam orasinya di Barisan Emak-emak Militan Relawan Nasional Prabowo-Sandi (BEM RN PAS) di Hotel Balairung, Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Rabu (26/9/2018). 

Barisan ini merupakan salah satu badan otonom di bawah Pengurus Pusat Relawan Nasional Prabowo-Sandi.



"Prabowo bukan ulama, tapi insyaallah dia presiden pilihan ulama. Ma'ruf Amin ulama, tapi dia ulama menjadi cawapres pilihan presiden," kata Eggi.

Eggi menjelaskan maksud dari pernyataannya soal memenangkan Prabowo-Sandi bagian dari ibadah. 

"Dalam konteks yang fokus kita ini, kenapa saya kaitkan dengan nilai ibadah, tidak mungkin kekuasaan dipegang bagi yang berorientasi pada kekuasaan yang tidak mencintai Allah," jelasnya.

Sebelumnya, anggota DPD RI Fahira Idris menjadi salah satu pembicara dalam deklarasi tersebut. Fahira mengkritik pemerintahan Jokowi-JK. 

"Masalah harga dan sebagainya tanpa perlu kita tekan, ibu-ibu dan emak-emak se-Indonesia mereka mengeluh dengan keadaan sekarang," kata Fahira dalam sambutannya.



Fahira juga sempat menyinggung gerakan anti minuman keras nasional yang dia gagas. Dengan gerakan tersebut, pihaknya sempat menggagalkan penjualan miras di minimarket. 

"Tetapi kita ini sampai sekarang aturan yang selevel undang-undang terkait miras," ujar Fahira.

Isu tenaga kerja asing juga menjadi kritik Fahira. "Tenaga kerja, fotonya ada, videonya ada, tapi tenaga kerja asing banyak," tuturnya. 

Senin, 03 September 2018

Ditolak di Tempat Lain, UAS Batalkan Dakwah di Kota Malang

 Sumber : JawaPos.com
Link : https://www.jawapos.com/jpg-today/02/09/2018/ditolak-di-tempat-lain-uas-batalkan-dakwah-di-kota-malang

Ustadz Abdul Somad (UAS) batal memberikan ceramah yang seharusnya diselenggarakan di Masjid Agung Jami' Kota Malang, Minggu (2/9). Hal itu dikarenakan adanya penolakan di beberapa lokasi sebelumnya. Ustad Somad pun membatalkan semua jadwalnya di Jawa Timur, termasuk Malang. 
UAS seharusnya menghadiri beberapa agenda di Malang, salah satunya memberikan ceramah bertema Ukhuwah Islamiyah di Atas Segalanya yang digelar oleh Gerakan Aswaja Malang Raya (GAMAL). Namun, kegiatan itu pun harus batal.
Koordinator Umum GAMAL, Habib Asadullah bin Alwy Alaydrus mengatakan, GAMAL merupakan satu diantara komunitas ummat yang menyukai UAS. Menurutnya, UAS bukan sekedar mubaligh yang pandai berceramah. 
"Beliau bukan sekedar lihai menyelipkan kejenakaan dalam menyampaikan pesan-pesan agama. Beliau apa adanya. Tapi, lebih dari semua itu, UAS salah satu dari sekian banyak ulama aswaja yang alim dan memahami konstruksi hadits dengan baik," ujarnya.

GAMAL menganggap UAS sebagai sosok ulama yang benar-benar dibutuhkan ummat saat ini. Untuk itulah, ketika UAS bertandang tabligh ke Malang, GAMAL menjadi salah satu di antara simpul-simpul utama yang menjadi pendukung dan pelaksana kegiatan beliau. 
Namun, pihaknya harus menelan kekecewaan. Pasalnya, UAS tidak jadi menghadiri acara yang digagasnya tersebut. 
Dia mengatakan, sebelum datang ke Malang, memang terjadi beberapa upaya penolakan UAS di tempat lain. "Penolakan disertai berbagai tuduhan yang tidak menemukan kebenarannya. Mungkin UAS dan timnya sudah mulai jengah. Sehingga beliau memutuskan untuk membatalkan semua agenda beliau di Jawa Tengah dan Jawa Timur, termasuk di Malang," paparnya.
Padahal, lanjut dia, pihaknya telah menyiapkan pengamanan sedemikian rupa. "Bahkan kami sudah menyiapkan pengamanan untuk beliau yang melibatkan semua elemen dengan tujuan ukhuwah islamiyah, seperti Laskar Gamal, Banser, FPI, Kokam dan Pemuda Pancasila," kata dia. 
Pihaknya juga berusaha meyakinkan UAS bahwa untuk acara di Malang, tidak ada elemen apapun yang menolak kedatangannya.  Namun, UAS tetap membatalkan kegiatannya. 
"Kami semua kecewa, kami semua sedih. Kami sangat menyayangkan dan bahkan marah pada mereka yang telah mengusik ketenangan UAS berdakwah. Kalau sudah begini, umat juga yang rugi," tegasnya.